Pilih jasa website berdasarkan kecocokan kebutuhan, kejelasan proses dan ruang lingkup, kualitas implementasi yang dapat diperiksa, kepemilikan aset, keamanan, dukungan, dan total biaya—bukan berdasarkan janji ranking atau tampilan demo saja.
1. Pertanyaan sebelum meminta proposal
Jelaskan tujuan bisnis, audiens, tindakan utama, halaman penting, materi yang tersedia, integrasi, target waktu, anggaran, dan siapa yang memberi persetujuan. Brief yang jelas menghasilkan perbandingan vendor yang lebih adil.
2. Bukti yang layak diperiksa
Minta contoh pekerjaan yang dapat dibuka, uraian peran vendor, proses QA, pendekatan performa dan aksesibilitas, rencana SEO teknis, serta referensi bila memang tersedia dan diizinkan. Hindari menganggap semua angka di portofolio berlaku pada proyek lain.
3. Red flags dalam penawaran
Waspadai jaminan ranking atau rekomendasi AI, schema berisi ulasan palsu, harga tanpa ruang lingkup, ketidakjelasan domain dan source code, tidak ada rencana redirect, serta formulir yang mengirim data sensitif ke analytics. Semua asumsi penting sebaiknya ditulis dalam proposal atau kontrak.
Langkah berikutnya
Tinjau ruang lingkup, paket, proses, FAQ, dan formulir kualifikasi pada halaman layanan utama.
Lihat jasa pembuatan website profesional →